Mengelola Stres Saat Pandemi Covid-19

Covid-19 telah menjadi pandemi yang menjangkit ribuan orang di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini tanpa disadari mengakibatkan kepanikan dan stress di kalangan masyarakat. Sejak 2 Maret 2020, diumumkan bahwa telah ada pasien positif di Indonesia dan tiap harinya semakin bertambah, kepanikan pun mulai menyebar luas di masyarakat.

Berbagai upaya pencegahan dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa menghindari dan meminimalisir pemicu terjangkitnya virus tersebut. Mulai dari penerapan Social Distancing, Self Quarantine, sampai kebijakan Work From Home. Berbagai kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah harus berpindah di dalam rumah, seperti beribadah, bekerja, belajar, dan berbagai aktivitas lain. Bahkan sekolah dan kuliah, yang biasanya menjadi rutinitas, harus dilakukan di dalam rumah dengan cara online.

Hal ini memicu perubahan pola hidup masyarakat pada umumnya. Terutama yang terbiasa bekerja di luar rumah dan bertemu banyak orang, pasti mengalami perubahan drastis dan besar kemungkinan bisa mengalami stress saat masa pencegahan pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Pandemi Covid-19 dapat membuat kita stres. Pikiran akan selalu resah karena terisi oleh isu penyebaran virus corona dan dampaknya terhadap kesehatan, orang-orang tersayang, perekonomian, status pekerjaan dan hal-hal lainnya. Kondisi ini dapat membuat rasa takut dan cemas semakin besar.

Keadaan seperti ini harus segera diatasi. Hal ini bertujuan agar diri dan orang-orang sekitar kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi pandemi ini. Selain menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Karena jika kesehatan mental kita terjaga, maka kita bisa menjalani hidup dengan tentram dan tenang.

Dilansir dari Metamorfosa Psikologi, merasa cemas ditengah pandemi covid 19 adalah  wajar. Hal ini lah yang perlu kita sadari sejak awal. Tapi yang menjadi catatan penting yaitu jangan sampai kecemasan tersebut merusak kualitas hidup dan membuat kita melakukan hal-hal yang berlebihan. Kita harus mengenali gejala stress yang muncul atau dirasakan.

Gejala stress yang mungkin muncul adalah sebagai berikut :

1. kelelahan

2. sulit tidur

3. banyak pikiran

4. mood drop

5. gejala fisik

6. mudah tersinggung

7. pesimis

8. merasa tidak dipahami oleh orang lain.

Untuk meminimalisir agar hal tersebut tidak kita alami, kita bisa melakukan beberapa hal ini :

1. Batasi asupan konsumsi berita Covid-19 setiap hari.

2. Imbangi berita negatif dengan berita positif terkait Covid-19, misal berita kesembuhan pasien.

3. Luangkan waktu untuk bercengkrama dengan orang lain, meskipun melalui perantara media sosial.

4. Tetap melakukan aktivitas lain, jangan habiskan waktu dengan kebanyakan rebahan.

5. Selalu sadari bahwa pikiran atau perasaanmu belum tentu menjadi kenyataan.

6. Ingatlah, dalam kondisi apapun yang dapat dikontrol hanyalah diri sendiri. Sehingga segala rasa cemas mu dan reaksi yang muncul berada dalam kendalimu.

7. Pastikan kebutuhan pokokmu tersedia dengan cukup dan tidak berlebihan.

Selain beberapa hal diatas, kamu juga dapat melakukan meditasi. Meditasi diketahui sebagai teknik yang dilakukan untuk menambah kekayaan makna hidup. Meditasi dipercaya mampu membantu individu dalam meningkatkan kepercayaan diri, kontrol diri, harga diri, aktualisasi dan rasa empati. Selain itu, meditasi juga efektif dilakukan ketika mengalami stress, kecemasan, depresi, phobia, hingga insomnia. Saat kita sedang banyak kegiatan atau pun beban dengan berlakunya Work from Home, Social Distancing dan Self Quarantine hingga membuat tubuh menjadi lelah, meditasi secara personal bisa menjadi alternatif untuk dilakukan di rumah supaya kembali tenang dan rileks.

Jika telah pahami cara mengelola stress, jangan lupa untuk tetap menjaga pola makan, tidur dan hidup yang sehat meskipun harus #dirumahaja sampai waktu yang belum ditentukan. Utamakan kesehatan diri ya. Stay safe and stay at home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *