Building Mental – Health Resiliency of Communities Post – Tsunami and Earthquake in Sigi District and Palu City of Central Sulawesi – Indonesia

Admin

Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dan sekitarnya diguncang gempa dengan kekuatan 7,4 Skala Richter. Gempa bumi ini menyebabkan tsunami dan  fenomena likuifaksi di empat tempat yaitu Balaroa, Petobo, Jono Oge dan Sibalaya.

Di masa depan kondisi serupa masih dapat terjadi kembali sehigga dibutuhkan upaya pengurangan resiko bencana agar dapat mengurangi risiko bencana yang mengancam dimasa depan. Salah satu aspek pengurangan risiko bencana adalah penguatan sistem layanan kesehatan yang dapat berbentuk kesehatan fisik dan mental.

“Ada berbagai risiko kesehatan mental ketika mengalami bencana. WHO menyumpulkan terdapat 4% dari penyintas yang dapat mengalami gangguan jiwa berat, sedangkan penyintas yang mengalami masalah kesehatan jiwa ringan dapat menjadi parah karena tidak ada regulasi kesehatan yang mendukung penanganan pemulihan kesehatan mental.”

Hal-hal yang terdampak bencana adalah : kerusakan fisik (baik infrastuktur dan kesehatan fisik) dan kerusakan mental. Akan tetapi, penanganan kesehatan mental cenderung terabaikan, tidak menjadi rujukan dalam upaya pemulihan dan pengurangan risiko bencana.

Dalam dokumen pengurangan dampak bencana ditekankan bahwa Aspek Resiliensi atau Ketangguhan Psikologis merupakan aspek penting dari pengurangan risiko bencana dan merupakan tujuan utama dari upaya dukungan dan pengembangan di masyarakat berisiko tinggi.

Jepan membuktikan bahwa sifat-sifat ketangguhan psikologis seperti ketenangan dan kesabaran dalam menghadapi bencana membuat mereka mampu bereaksi positif dan efektif terhadap bencana Gempa Bumi & Tsunami 2011.

“Berkaitan dengan hal itu, maka upaya pemulihan kesehatan mental pasca bencana perlu menjadi perhatian penting oleh pemerintah dan organisasi lainnya di situasi pasca bencana. Upaya mitigasi bencana berbasis kesehatan mental juga harus dioptimalkan. Mempromosikan ketangguhan psikologis adalah upaya mutlak untuk hidup berdampingan dengan bencana. 

Program Intervensi : Building Mental – Health Resiliency of Communities Post – Tsunami and Earthquake in Sigi District and Palu City of Central Sulawesi – Indonesia

Lokasi Intervensi

Lokasi intervensi dalam program ini adalah

Kabupaten SIgi

  • Desa Potoya
  • Desa Karawana
  • Desa Solowe
  • Desa Sidera

Selain mengintervensi Desa, Sejenakhening.com juga melakukan intervensi di dua puskesmas yaitu Puskesmas Dolo dan Puskesmas Sigi Biromaru.

Kota Palu

  • Kelurahan Petobo
  • Kelurahan Balaroa

Selain mengintervensi Kelurahan, Sejenakhening.com juga melakukan intervensi di dua puskesmas yaitu Puskesmas Sangurara dan Puskesmas Bulili.

Advokasi

Sejenakhening.com melakukan advokasi kepada pemerintah Kabupaten Sigi dan Kota Palu, juga melakukan advokasi kepada pemerintah Desa dan Kelurahan. Advokasi ini bertujuan untuk membuat pemerintah memiliki kesadaran yang sama tentang pemulihan kesehatan mental, mendukung upaya yang dilakukan sejenakhening.com, terlibat dalam program dan akhirnya mampu melanjutkan apa yang telah dilakukan sejenakhening.com.

Proses Advokasi berlangsung selama satu tahun selama program intervensi berjalan. Metode Advokasi yang dilakukan antara lain Audiensi, Rapat Kerja dan Workshop. Semua metode melibatkan proses pembelajaran partisipasi baik dari masyarakat, tenaga kesehatan yang mengimplementasikan progran dan pemerintah.Pelaksanaan Advokasi didukung sepenuhnya oleh Center For Public Mental Health Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Kader Desa/Kelurahan Sehat Jiwa

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembelajaran dan implementasi program, Sejenakhening.com melibatkan warga desa untuk menjadi Kader Desa Sehat Jiwa. Terdapat 6 Kader Desa Sehat Jiwa dan 4 Kader Kelurahan Sehat Jiwa. Total ada 10 Kader yang bertugas untuk melakukan promosi kesehatan jiwa, penceganan gangguan kesehatan jiwa, melakukan konseling dasar dan rujukan. 

Psikolog Klinis Puskesmas

Melalui program ini, sejenakhening.com menempatkan Dua Psikolog Klinis untuk melakukan upaya Kesehatan Jiwa di Puskesmas Secara Optimal. Psikolog klinis adalah tenaga kesehatan profesional yang diakui negara untuk dapat memberikan layanan kesehatan jiwa. Keberadaan mereka di Puskesmas akan memudakan akses layanan kesehatan jiwa yang meliputi :

  1. Promosi & Pencegahan. Psikolog Klinis bersama dengan penanggungjawab kesehatan jiwa dan promosi kesehatan melaksanakan upaya promosi dan pencegahan kesehatan jiwa dengan mengintegrasikannya dalam program-program puskesmas. Keberadaan Psikolog Klinis menjadi tenaga ahli dalam hal ini. 
  2. Kuratif & Rehabilitasi. Jika biasanya layanannya kesehatan jiwa hanya mendata, menscreening dan merujuk, maka puskesmas saat ini sudah bisa melakukan layanan Kuratif dan Rehabilitasi seperti Konseling, Psikoterapi, Kunjungan Rumah untuk Psiko-Edukasi Keluarga dan Lingkungan

Tim Sejenakhening.com – Caritas Germany