Peningkatan Kapasitas Tenaga kesehatan Dalam Melakukan Upaya Promosi, Pencegahan dan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa di Puskesmas Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah

Admin

Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas, adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Sebagai pusat kesehatan masyarakat, puskesmas tidak hanya bertanggungjawab terhadap layanan kesehatan fisik tapi juga kesehatan jiwa. Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dengan jiwa yang sehat maka aspek kehidupan yang lain dalam dirinya akan bekerja secara lebih maksimal. 

Kesehatan jiwa yang baik merupakan kondisi di mana individu terbebas dari segala jenis gangguan jiwa, dan kondisi dimana individu dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidupnya khususnya dalam menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang mungkin ditemui sepanjang hidupnya. Menurut WHO, kesehatan jiwa merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Berdasarkan hal tersebut, upaya-upaya dalam peningkatan kesehatan jiwa masyarakat, pencegahan terhadap masalah kesehatan jiwa dan intervensi dini gangguan jiwa seyogyanya menjadi prioritas dalam mengurangi gangguan jiwa berat di masa yang akan datang. Namun demikian kesenjangan pengobatan (treatment gap) antara masyarakat yang membutuhkan layanan dan yang mendapatkan layanan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang termasuk Indonesia sangat besar yaitu lebih dari 90%. Hal ini berarti bahwa hanya kurang dari 10% pasien gangguan jiwa mendapatkan pengobatan. Kesenjangan pengobatan tersebut antara lain disebabkan adanya hambatan dalam akses layanan kesehatan jiwa.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah terdapatnya beban yang sangat besar di RSJ/RS rujukan utama (layanan tersier) di Indonesia, meskipun sebagian dari kasus tersebut sebenarnya dapat ditangani di pelayanan kesehatan primer. Layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi di puskesmas merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa yang tercantum di dalam pasal 34. Undang-Undang ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan tugas negara untuk menghargai, melindungi dan memenuhi (to respect, to protect and to fulfill) hak masyarakat, di bidang kesehatan jiwa.

Integrasi kesehatan jiwa ini juga merupakan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan World Organization of Family Doctors (WONCA), serta kebijakan regional ASEAN yang telah disepakati bersama oleh tiap Negara anggota. Hal ini juga merupakan kebijakan nasional yang tercantum dalam Peta Strategis, Rencana Aksi Kesehatan Jiwa tahun 2015-2019, lampiran RPJMN 2015-2019, dan Standar Pelayanan Minimal di Provinsi dan Kabupaten/Kota Bidang Kesehatan tahun 2015-2019.

Penyelenggaraan layanan kesehatan jiwa di puskesmas berdasarkan Peta Strategis adalah puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan terlatih kesehatan jiwa, melaksanakan upaya promotif kesehatan jiwa dan preventif terkait kesehatan jiwa, serta melaksanakan deteksi dini, penegakan diagnosis, penatalaksanaan awal dan pengelolaan rujukan balik kasus gangguan jiwa. Layanan tersebut dilakukan dengan memperhatikan komorbiditas fisik dan jiwa.

Layanan kesehatan primer terutama puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Puskesmas diharapkan berperan dalam penyediaan layanan kesehatan jiwa yang terpadu dengan layanan kesehatan umum. Penyediaan layanan kesehatan jiwa dasar di puskesmas harus tetap dijalankan untuk memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat.

Terbatasnya sumber daya kesehatan terlatih merupakan salah satu masalah yang perlu diatasi. Oleh karena itu, sejak tanggal 1 Februari 2021 – 30 Juni 2021 Yayasan Bumi Tangguh yang didukung oleh Lembaga Sejenakhening.com selaku lembaga konsultan telah melakukan intervensi kepada 1 puskesmas Baluase dan tiga desa di kecamatan Dolo selatan dalam  meningkatkan pengetahuan dan kapasitas 3 tenaga kesehatan dan 9 masyarakat sebagai kader desa sehat jiwa untuk mampu menjalankan dan memberikan layanan kesehatan jiwa di level desa dan puskesmas. 

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi akhir pelaksanaan intervensi diketahui bahwa minimnya layanan kesehatan jiwa di level puskesmas terjadi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas hanya memahami gangguan kesehatan jiwa berat dan melakukan rujukan. Setelah diintervensi oleh Yayasan Bumi Tangguh, tenaga kesehatan di puskesmas baluase kecamatan Dolo barat telah mampu memahami jenis-jenis gangguan kesehatan jiwa, melakukan deteksi dini dan penatalaksanaan perawatan gangguan untuk diselesaikan di tingkat puskesmas. 

Berdasarkan hal tersebut, setelah berakhirnya program intervensi tersebut, Lembaga Sejenakhening.com didukung Yayasan Bumi Tangguh kembali akan melangsungkan intervensi lanjutan berupa Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Melakukan Upaya Promosi, Pencegahan dan Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Kabupaten Sigi – Sulawesi Tengah. Program intervensi ini dilakukan kepada puskesmas-puskesmas yang belum pernah mendapatkan intervensi peningkatan kapasitas. 

Tujuan

Meningkatnya Kapasitas Tenaga Kesehatan di Puskesmas dalam hal : 

  1. Literasi kesehatan jiwa : Pemahaman tentang kesehatan jiwa dan gangguan kesehatan jiwa
  2. Deteksi dini dan penatalaksanaan kasus gangguan kesehatan jiwa
  3. Penyusunan program promosi, pencegahan, kuratif dan rehabilitasi kesehatan jiwa di puskesmas. 

Durasi

Durasi pelatihan adalah selama 2 hari pelatihan di Bulan Juli 2021. 

Penerima Manfaat

Penerima manfaat dalam  upaya peningkatan kapasitas ini adalah sebanyak 10 puskesmas dan pegawai dinas kesehatan kabupaten Sigi.